Pada Artikel sebelumnya
Goolek.com telah menjelaskan tentang Media Pembelajaran dan kali ini goolek.com
akan menjelaskan tentang:
Landasan Penggunaan Media
Pembelajaran
a.
Landasan Filosofis
Ada pandangan bahwa dengan menggunakan
berbagai jenis media hasil teknologi baru di dalam kelas akan berakibat proses
pembelajaran yang kurang manusiawi. Bukankah dengan adanya berbagai
media pembelajaran, siswa banyak pilihan untuk menggunakan media yang lebih
sesuai dengan karakteristik pribadinya. Dengan kata lain, siswa dihargai harkat
kemanusiaannya dan diberi kebebasan untuk menentukan pilihan, baik cara maupun
alat belajar sesuai dengan kemampuannya.
Sebenarnya, perbedaan pendapat tersebut
tidak perlu muncul, yang penting bagaimana pandangan guru terhadap siswa dalam
proses pembelajaran. Jika guru menganggap siswa sebagai anak manusia yang
memiliki kepribadian, harga diri, motivasi, dan memiliki kemampuan pribadi yang
berbeda dengan kata lain maka baik penggunakan media hasil teknologi baru
maupun tidak, proses pembelajaran yang dilakukan harus tetap menggunakan
humanis.(Daryanto,2011:11)
b.
Landasan Psikologis
Dengan memperhatikan keberagaman dan
keunikan proses belajar, ketepatan pemilihan media dan metode pembelajaran akan
sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Disamping itu, persepsi siswa
juga sangat mempengaruhi hasi belajar. Oleh sebab itu, di samping memperhatikan
keberagaman dan keunikan proses belajar, memahami makna persepsi faktor-faktor
yang berpengaruh terhadap persepsi, hendaknya diupayakan secara optimal agar
proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif. Untuk maksud tersebut,
perlu diperhatikan hal berikut:
1)
Diadakan pemilihan media yang tepat
sehingga dapat menarik perhatian siswa dan memberikan kejelasan obyek yang
diamatinya.
2)
Bahan pembelajaran yang diajarkan
disesuaikan dengan pengalaman siswa
Kajian psikologi menyatakan akan lebih
mudah mempelajari hal yang konkrit dari pada yang absrtak. Berkaitan dengan
hubungan konkrit-abstrak dan kaitannya dengan penggunaan media pembelajaran
(Daryanto,2011:12) Salah satu
gambaran yang paling banyak dijadikan acuan sebagai landasan teori penggunaan media
dalam proses belajar mengajar adalah Dale’s Cone of Experient (Kerucut
Pengalaman Dale) (Dale,1969)
Hasil belajar
siswa dalam krucut tersebut diperoleh mulai dari pengalaman langsung (konkret),
kenyataan yang ada di lingkungan kehidupan seseorang
kemudian melalui benda tiruan,sampai pada lambang verbal (abstrak). Semakin
keatas dipuncak krucut semakin abstrak media penyampaian pesan. Perlu dicatat
bahwa urutan-urutan ini tidak berarti proses belajar dan interaksi mengajar
harus dimulai dengan jenis pengalaman yang paling bawah
namun disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan seorang siswa yang dihadapi dengan mempertimbangkan situasi belajar (Arsyad,2011 : 10).
c.
Landasan Teknologis
Teknologi pembelajaran adalah teori dan
praktik perancangan, pengembangan, penerapan, pengelolaan, serta penilaian
proses dan sumber belajar. Jadi, teknologi pembelajaran merupakan proses
kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan
organisasi untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi,
dan mengelola pemecahan masalah-masalah dalam situasi dimana kegiatan belajar
itu mempunyai tujuan dan terkontrol (Daryanto,2011:14).
d.
Landasan Empiris
Temuan-temuan penelitian menunjukkan
bahwa terdapat interaksi antara pengguna media pembelajaran dan karakteristik
balajar siswa dalam menentukan hasil belajar siswa. Artinya,siswa akan dapat
keuntungan yang signifikan jika ia belajar dengan menggunakan media
visual, Seperti gambar, diagram, video,
atau film.
Berdasarkan landasan rasional empiris
tersebut, pemilihan media pembelajaran hendaknya jangan atas dasar kesukaan
guru. Akan tetapi harus mempertimbangkan kesesuaian antara karakteristik anak,
materi pelajaran, dan media itu sendiri (Daryanto,2011:15)




