Konsep Dasar Media Pembelajaran
Dalam bahasa arab media adalah perantara
atau pengantar (وﺴﺎﺌﻞ) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut
Gerlach dan Ely sebagaimana dikutip oleh Arsyad (2011:3) menyatakan bahwa media
adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa
mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap.
Gagne dan Briggs (Arsyad,2011 : 4)
menyatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan
untuk menyampaikan isi materi pengajaran. Berdasarkan hal tersebut maka media
adalah berbagai jenis komponen yang mengandung materi intruksional di
lingkungan siswa yang dapat merangsang untuk belajar, karena media dalam penelitian
ini menagandung konsep pembelajaran, maka media disini adalah media
pembelajaran. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan pesan (bahan pelajaran) sehingga dapat merangsang perhatian,
minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan
belajar. Firman Allah SWT yang
menjelaskan tentang penggunaan media pembelajara
Artinya: “Dan Dialah yang telah menciptakan
bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu
bersyukur”.(Q.S Al-Mu’minuun :78)
Yang dimaksud dengan bersyukur pada ayat ini ialah menggunakan alat-alat tersebut berupa
pendengaran, penglihatan dan hati untuk memperhatikan bukti-bukti kebesaran dan
keesaan Tuhan, yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah SWT serta taat
dan patuh kepada-Nya.
kaum musyrikin memang tidak berbuat demikian.
Dalam kegiatan belajar mengajar, sering
pula pemakaian kata media pembelajaran digantikan dengan istilah-istilah
seperti bahan pengajaran (intructional material), komunikasi pandang-dengar
(audio-visual comunication), alat peraga dan media penjelas (Arsyad,2011 ; 6)
Apapun istilah yang diberikan pada media namun artinya tetap sama media sebagai
penyalur pesan dari pengirim pesan ke penerima sehingga dapat merangsang
pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses
belajar terjadi (Rosyidi,2009 : 27)



